Kadis Perkimtan Dampingi Pj Bupati Bekasi Tinjau Longsor di Bojongmangu       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 5 Apr 2024 09:17 WIB ·

Kadis Perkimtan Dampingi Pj Bupati Bekasi Tinjau Longsor di Bojongmangu


Kadis Perkimtan Dampingi Pj Bupati Bekasi Tinjau Longsor di Bojongmangu. (Dok: Istimewa) Perbesar

Kadis Perkimtan Dampingi Pj Bupati Bekasi Tinjau Longsor di Bojongmangu. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Nurchaidir, mendampingi Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan, meninjau longsor di Kampung Legok Cariu, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu pada Jumat (15/03/2024).

Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten akan mengambil sejumlah langkah antisipasi serta melakukan rehabilitasi bagi rumah yang terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi juga akan terus disiagakan untuk memantau kondisi tanah yang bergerak setiap harinya.

“Sebelumnya, ada titik lokasi yang memang sudah terjadi di wilayah ini dan telah ditangani oleh dinas terkait. Namun, karena intensitas curah hujan yang tinggi, akhirnya meluas ke rumah warga,” kata Dani Ramdan.

BACA JUGA:  Dirjen Teguh Minta Agar Dukcapil Provinsi Atur Distribusi Blanko KTP-el

Dani juga menjelaskan bahwa ada empat langkah yang dilakukan oleh Pemkab Bekasi dalam penanganan pergeseran tanah.

“Pertama, yang dilakukan adalah penyelamatan jiwa, dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Yang kedua adalah perhubungan karena transportasi tidak boleh terputus walaupun jalannya terus mengalami kerusakan. Yang ketiga adalah penyediaan air bersih dan listrik agar tetap berjalan. Karena dampaknya tidak hanya pada titik ini tapi juga di sekitarnya,” jelas Dani Ramdan.

BACA JUGA:  Harkitnas 2026 Momentum Penguatan Pelayanan yang Adaptif dan Responsif

Dani juga mengungkapkan langkah selanjutnya adalah rehabilitasi dan rekonstruksi, baik rehabilitasi untuk bangunan maupun lahan.

“Untuk rehabilitasi bangunan, hanya bisa dilakukan setelah lahannya ditangani dengan baik, dan kita sudah mendapatkan rekomendasi dari badan geologi, yaitu untuk penguatan lereng, sistem drainase, dan vegetasi. Semua itu sudah dalam tahap pengerjaan oleh Pemkab dan dibantu oleh pihak Deltamas,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa opsi lain setelah perbaikan selesai adalah mengundang kembali badan geologi untuk menentukan apakah lahan tersebut layak dijadikan tempat tinggal atau harus dikosongkan.

BACA JUGA:  Rakernis Baharkam Polri 2025: Perkuat Semangat “Polisi Penolong” untuk Masyarakat

“Nantinya, akan kita bahas lagi, yang terpenting saat ini adalah pergerakan tanahnya bisa berhenti dan tidak terjadi lagi serta tidak meluas dampaknya,” katanya.

Akibat pergerakan tanah atau longsor, 15 rumah warga dan mushala mengalami kerusakan. Empat rumah rusak parah, dinding dan lantai bangunannya mengalami retak akibat struktur tanah yang bergerak. Sejumlah warga juga mengungsi karena takut bangunan rumahnya akan roboh.

 

Editor: Uje

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

81 Jembatan Merah Putih Dibangun, Akses Warga Sumsel Makin Mudah

13 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Jembatan Merah Putih

Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasa Raharja Percepat Pendataan

13 Agustus 2026 - 00:51 WIB

Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Dapat Kesempatan

12 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Magang Nasional

Rp1 Miliar Disalurkan, Baznas Bekasi Geser Pola Bantuan ke Pemberdayaan

11 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Polda Metro Jaya Juara E-Sports Kapolri Cup 2026

11 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Kubu Raya Juara Umum, Kayong Utara Masuk 5 Besar di Penutupan MTQ XXXIV Kalbar

10 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Kubu Raya Juara Umum MTQ
Trending di NEWS