Jangan Telat dan Jangan Dicicil, Begini Aturan Pemberian THR 2024       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 20 Mar 2024 09:46 WIB ·

Jangan Telat dan Jangan Dicicil, Begini Aturan Pemberian THR 2024


Ilustrasi THR 2024. (Dok: Istimewa) Perbesar

Ilustrasi THR 2024. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor M/2/HK.04/III/2024 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR) 2024 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE yang diteken oleh Ida pada tanggal 15 Maret tersebut ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.

Dalam keterangan persnya, pada Senin (18/03/2024), Ida menekankan bahwa pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh. THR keagamaan harus dibayarkan secara penuh dan tidak melebihi 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa THR harus dibayarkan secara penuh dan tidak dapat dicicil. Saya berharap perusahaan memperhatikan dan mematuhi ketentuan ini,” ujar Ida.

BACA JUGA:  Peran Serta Jaga Kondusivitas Wilayah, Bupati Apresiasi Aliansi Ormas Bekasi

Masa Kerja

Menaker menjelaskan bahwa THR keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah bekerja selama minimal 1 bulan secara terus menerus, termasuk yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), dan pekerja/buruh harian lepas yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Bagi pekerja/buruh yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih secara terus menerus, THR diberikan sebesar 1 bulan upah. Sedangkan bagi pekerja/buruh yang bekerja selama kurang dari 12 bulan secara terus menerus, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja,” kata Ida.

Pekerja Harian Lepas

Terkait pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, Ida menyatakan bahwa bagi yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. Sedangkan bagi yang bekerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah tiap bulan selama masa kerja tersebut.

BACA JUGA:  Gasibu Ditutup Sementara Hingga 20 Agustus 2025, Ini Alasannya

“Bagi pekerja/buruh yang menerima upah dengan sistem satuan hasil, perhitungan upah 1 bulan didasarkan pada rata-rata upah 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ida menjelaskan bahwa jika dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan di perusahaan telah mengatur besaran THR lebih baik dari ketentuan peraturan perundang-undangan, maka THR yang dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang telah diatur.

BACA JUGA:  Satgas Tindak Laksanakan Sterilisasi di Beberapa Lokasi Prioritas Menjelang Idul Fitri 1446 H

“Perusahaan diharapkan membayar THR keagamaan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan lebih awal dari batas waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.

Menaker juga meminta gubernur untuk mengawasi pelaksanaan pemberian THR keagamaan di wilayah masing-masing dan membentuk Pos Komando Satuan Tugas (Posko Satgas) Ketenagakerjaan Pelayanan Konsultasi dan Penegakan Hukum THR Keagamaan Tahun 2024 yang terintegrasi melalui website resmi Kemnaker.

Ida menambahkan bahwa Kemnaker telah membuka Posko THR untuk melayani konsultasi perhitungan THR secara fisik atau online melalui website resmi, call center 1500-630, atau WhatsApp 08119521151.

“Dengan dikeluarkannya SE ini, Posko THR Kementerian Ketenagakerjaan telah dibuka kembali,” tandasnya.

 

Editor: Uje

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

LBH ICMI Orda Kabupaten Bekasi Terbentuk, Siap Berikan Pelayanan Hukum

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

LBH ICMI

Petahana Yosep Resmi Daftar Pilkades Lubangbuaya 2026, Target Tuntaskan Program Tertunda

4 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Pemkot Bandung Usut Tuntas Penebangan Pohon di Jalan Riau, Izin Usaha Ikut Diperiksa

4 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Penebangan Pohon Bandung

Pastikan Pelayanan Maksimal, Direksi Jasa Raharja Tinjau Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II

4 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Vonis 2 Tahun 10 Bulan Digugat, Kuasa Hukum Panji Pasa Pratama Ajukan Memori Banding: Dakwaan Kabur, Perkara Dinilai Ranah Perdata

3 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Panji Pasa Pratama

Jasa Raharja dan Kementerian PANRB Perkuat Koordinasi Tingkatkan Kepatuhan PKB dan SWDKLLJ 

3 Agustus 2026 - 00:11 WIB

Trending di NEWS