Misi Pembebasan Pilot Susi Air, Nego Mentok, Nyaris Deadlock       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 11 Jul 2023 11:48 WIB ·

Misi Pembebasan Pilot Susi Air, Nego Mentok, Nyaris Deadlock


Penyanderaan Pilot Susi Air Oleh OPM. (Dok: Istimewa) Perbesar

Penyanderaan Pilot Susi Air Oleh OPM. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Setelah berlalu lima bulan, upaya pembebasan sandera pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, belum membuahkan hasil. Proses mediasi telah mencapai jalan buntu. Sementara itu, Tentara Nasional Indonesia terus mengirim pasukan ke Papua.

Philip disandera oleh sebuah kelompok bersenjata pada tanggal 7 Februari yang lalu. Kelompok tersebut mengaku sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), yang merupakan sayap dari Organisasi Papua Merdeka.

Mereka menyatakan bahwa mereka tidak akan melepaskan pilot asal Selandia Baru tersebut kecuali Indonesia memberikan kemerdekaan kepada Papua.

Panglima TPNPB-OPM Kodap III Ndugama, Egianus Kogoya, menyatakan bahwa kelompoknya telah membakar pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY yang dikendarai oleh Philip di Bandara Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

BACA JUGA:  NIK Jadi NPWP Berlaku Sepenuhnya Mulai 1 Juli 2024

Kejadian tersebut terjadi saat pesawat sedang dalam penerbangan dari Timika menuju Paro dan kemudian kembali ke Timika.

“Egianus, dalam keterangan tertulis pada Selasa (7/2), mengatakan, ‘Kami TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma tidak akan pernah melepaskan atau mengembalikan pilot yang kami sandera ini, kecuali NKRI mengakui dan melepaskan kami dari negara kolonial Indonesia (Papua merdeka).'”

Menurut Egianus, penyanderaan ini merupakan yang kedua kalinya, setelah aksi penyanderaan oleh Tim Lorentz pada tahun 1996 di Mapenduma.

“Pilotnya sudah kami sandera dan kami sedang membawanya keluar. Oleh karena itu, anggota TNI/Polri tidak boleh menembak atau menginterogasi masyarakat sipil di Nduga sembarangan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Hayono Isman Kukuhkan Pengurus Lempiknas Periode 2024-2027

Sejak terjadinya penyanderaan tersebut, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menugaskan Tim Gabungan Operasi Damai Cartenz untuk mencari keberadaan pilot.

Di sisi lain, TNI Angkatan Darat segera mengirimkan pasukan ke Kabupaten Nduga. Pada saat itu, Kepala Staf TNI AD Jenderal Dudung Abdurachman menyatakan bahwa pasukan tersebut bertujuan untuk mencari keberadaan pilot dan memburu kelompok yang disebut sebagai separatis teroris.

Dua bulan kemudian, tim gabungan TNI-Polri berhasil menangkap seorang anggota kelompok Egianus Kogoya, yaitu Yomse Lokbere. Tim gabungan tersebut juga mengklaim telah menemukan gudang persenjataan di Sagu Lima Kenyam, Nduga.

BACA JUGA:  Konfercab GMNI Bekasi Dibuka, Namun Sidang Diskors?

Namun, penangkapan tersebut malah memicu eskalasi konflik yang semakin memanas. Setidaknya, lima prajurit TNI tewas dan puluhan lainnya hilang setelah terlibat dalam baku tembak dengan kelompok bersenjata di Nduga.

Sebagai tanggapan terhadap situasi ini, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono kemudian meningkatkan status operasi menjadi siaga tempur di Papua pada tanggal 18 April.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Izak Pangemanan, mengirimkan 400 personel dari Batalyon Yonif RK 751/VJS ke Nduga.

 

Editor: Uje

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PLN UID Jawa Barat Siagakan 4.993 Personel untuk Jaga Keandalan Listrik Lebaran

11 Maret 2026 - 12:25 WIB

PLN UID Jawa Barat

Pemerintah dan Jasa Raharja Perkuat Informasi Mudik Lewat Tim Liputan B-Universe 2026

11 Maret 2026 - 10:52 WIB

BEM Ubhara Jaya Kritisi Kinerja Eksekutif, legislatif, dan Polri

11 Maret 2026 - 00:45 WIB

Suami Siri Jadi Tersangka Pembunuhan Wanita di Depok

10 Maret 2026 - 17:34 WIB

Pembunuhan Wanita di Depok

Klaim Asuransi Ditolak, Ahli Waris Ibu Nurjannah Gugat PT BFI Finance Indonesia Tbk dan PT FWD Insurance Indonesia

10 Maret 2026 - 04:35 WIB

PT BFI

Bekasi Perkuat Citra Sport City, Dua Venue Olahraga Baru Diresmikan

9 Maret 2026 - 17:47 WIB

Trending di NEWS