KONTEKSBERITA.com – Pemerintah Desa Tamansari kecamatan Setu Kabupaten Bekasi, gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun Anggaran 2027 dengan bertema
Insfraktuktur Berkeadilan Untuk Konektivitas, Pelayanan berkualitas dan ekonomi berkelanjutan.
Musrenbangdes merupakan musyawarah tahunan yang diselenggarakan pemerintah desa untuk menetapkan prioritas program dan kebutuhan pembangunan desa yang akan dibiayai melalui berbagai sumber anggaran, hingga program desa berjalan lancar.
Musyawarah ini menjadi wadah strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat serta menyepakati arah pembangunan desa, mulai dari sektor infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur pemangku kepentingan desa, antara lain pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta elemen masyarakat lainnya. Hasil dari musyawarah ini menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) tahun berikutnya.
Musrenbangdes terdiri dari para stakeholder desa membahas dan menyepakati rancangan RKPDesa, termasuk daftar usulan kegiatan desa (DU-RKPDesa) dengan tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa).Dalam hal ini disampaikan ,bahwa Musrenbangdes juga menjadi pintu awal dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa).
Musrenbangdes Desa Tamansari dalam rangka penetapan skala prioritas RKP Desa Tahun 2026 dan DU-RKPDesa Tahun 2027 ini dihadiri oleh Kepala Desa Tamansari, Babinsa, BPD, para Kepala Dusun, RT, RW kader Posyandu, tokoh masyarakat tokoh agama, serta tokoh pemuda.
Kepala Desa Tamansari, M. Jahi Hidayat, menjelaskan bahwa seluruh usulan yang berasal dari Musyawarah Dusun (Musdus) hingga Musyawarah Desa (Musdes) kini diformalkan melalui Musrenbangdes sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan desa ke depan.
“Seluruh hasil Musdus dan Musdes kami tindak lanjuti dan dimasukkan dalam Musrenbangdes. Ini merupakan bagian dari rangkaian perencanaan pembangunan Desa Tamansari,” ujar Jahi Hidayat, Kamis, (15/1/2026)
Dalam pelaksanaan Musrenbangdes tersebut, Pemerintah Desa Tamansari mencatat jumlah usulan pembangunan yang cukup banyak. Meski proses penginputan belum sepenuhnya selesai, jumlah usulan yang tercatat mencapai sekitar 40 kegiatan.
“Usulan yang masuk kurang lebih ada empat puluhan item. Yang disampaikan baru sebagian karena proses penginputannya memang belum rampung seluruhnya,” jelasnya.
Usulan-usulan tersebut mencakup berbagai sektor pembangunan yang dinilai mendesak dan dibutuhkan masyarakat. Dari total usulan yang ada, pemerintah desa kemudian menetapkan 10 program prioritas untuk diajukan pada tahapan perencanaan selanjutnya.
Salah satu fokus utama program prioritas adalah peningkatan infrastruktur jalan desa. Jahi menyebutkan sejumlah ruas jalan yang menjadi perhatian, di antaranya Jalan Pak Koneng hingga alun-alun desa, Jalan Tangerang menuju GTR 3, serta Jalan Anur sampai pertigaan Anur yang mengarah ke Desa Tamanrahayu.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Desa Tamansari.
“Musrenbangdes berjalan dengan tertib dan lancar. Atas nama Pemerintah Desa, kami berharap perencanaan ini menjadi langkah awal menuju Desa Tamansari yang lebih maju dan sejahtera,” imbuhnya.
(Gibran)








