Konteksberita.com | Bogor – Universitas Borobudur membekali anggota Komunitas Iklim Sungai Cikeas (KISUCI) dengan keterampilan desain grafis untuk memperkuat komunikasi visual dan pemasaran produk hasil pengolahan sampah organik.
Pelatihan yang digelar di Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (20/8/2026), diikuti 27 peserta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Borobudur.

Photo: Tim PKM Universitas Borobudur bersama Kisuci gelar pelatihan desain grafis (Doc.Ist)
Ketua Tim PKM Universitas Borobudur Dr. H Kemas Herman menjelaskan, bahwa Program PKM itu mengusung tema Sinergi Regulasi Desa Berbasis Digital dalam Pemberdayaan Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah Organik KISUCI Menuju Desa Tangguh Iklim dan Mandiri Energi”. Pelaksanaannya berlangsung sejak 1 Juli hingga 30 September 2026 dengan KISUCI sebagai mitra.
“Pelatihan desain grafis diarahkan untuk menjawab salah satu tantangan utama yang dihadapi mitra, yakni pemasaran produk hasil pengolahan sampah organik. Produk seperti kompos, pupuk cair, pelet, hingga hasil budidaya maggot dinilai memiliki potensi ekonomi, tetapi membutuhkan pengemasan informasi, identitas produk, serta promosi digital yang lebih profesional, ” ujarnya.
Herman mengatakan, Melalui pelatihan tersebut, para peserta diperkenalkan pada pemanfaatan desain visual untuk menyampaikan pesan lingkungan sekaligus meningkatkan promosi produk melalui media sosial.
“Kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu KISUCI memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka peluang pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat, ” katanya.
Hermam memaparkan, Tidak hanya desain grafis, program PKM Universitas Borobudur juga memadukan pendampingan penyusunan regulasi desa, penerapan platform monitoring sampah, teknologi pengolahan sampah organik, hingga pengembangan pemasaran digital.
“Integrasi berbagai kegiatan itu ditujukan untuk membangun tata kelola yang lebih transparan, meningkatkan partisipasi warga, serta memperkuat kelembagaan KISUCI dalam pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa, ” jelasnya.
Tim PKM Universitas Borobudur terdiri atas Dr. KMS Herman, S.H., M.H., M.Si.; Ir. Essy Malays Sari Sakti, M.MSI.; dan Dila Hariyanti Tarigan, S.H., M.H. Program tersebut turut didukung mahasiswa Endah Retno Asih, Hexa Christyan Putra, dan Rayhan Dava Batubara.
Kegiatan ini bermitra dengan KISUCI yang dipimpin Dr. Ir. H. Hayu S. Prabowo, M.Hum., bersama Ir. Essy Malays Sari Sakti, M.MSi.
Ke depan, rangkaian program diharapkan mampu mendorong pengelolaan sampah organik yang semakin tertata, meningkatkan kualitas serta pemasaran produk daur ulang, sekaligus memperkuat Desa Cipambuan sebagai desa tangguh iklim dan mandiri energi.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Tentang Program
PKM Universitas Borobudur bersama KISUCI berfokus pada penguatan regulasi dan tata kelola desa, digitalisasi pemantauan sampah, peningkatan kapasitas produksi, serta pemasaran produk ekonomi sirkular. Program berlangsung di Desa Cipambuan pada 1 Juli hingga 30 September 2026.











