Pesan Dedi Mulyadi untuk Warga: Nikah Sederhana Tanpa Maksa Berutang       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 22 Apr 2026 11:37 WIB ·

Pesan Dedi Mulyadi untuk Warga: Nikah Sederhana Tanpa Maksa Berutang


					KDM jadi Saksi Nikah Massal di Kota Depok. (Dok: Istimewa) Perbesar

KDM jadi Saksi Nikah Massal di Kota Depok. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Dedi Mulyadi menghadiri pernikahan massal sederhana yang digelar di KUA Pusaka, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, pada Selasa (21/4/2026). Dalam acara tersebut, ia turut menjadi saksi bagi lima pasangan yang melangsungkan akad nikah.

Dalam sambutannya, Dedi mengingatkan para suami agar menjaga dan memperlakukan istri dengan baik setelah menikah. Ia juga menekankan pentingnya membangun rumah tangga tanpa beban utang.

Salah satu pengantin, Faza Febrianto, mengaku bahagia sekaligus terkejut karena momen pernikahannya dihadiri langsung oleh gubernur dan wali kota.

BACA JUGA:  Ditreskrimsus Polda Jatim Kembali Ungkap Penyalahgunaan LPG Subsidi di Malang

Ia menyebut seluruh kebutuhan acara telah difasilitasi, sementara dirinya hanya menyiapkan mas kawin berupa cincin emas dua gram. Dana yang telah dikumpulkan bersama pasangan pun rencananya akan disimpan sebagai modal usaha.

Hal serupa disampaikan pasangan lain, Sailan dan Nurul Ramadhani. Mereka berharap program pernikahan sederhana ini bisa terus berlanjut karena dinilai sangat membantu masyarakat.

Sailan, yang bekerja sebagai pedagang tape singkong, memberikan mas kawin berupa cincin emas seberat satu gram.

BACA JUGA:  Ketua MPR RI Apresiasi Keberhasilan Polri Amankan Natal dan Tahun Baru

Dalam kegiatan tersebut, setiap pasangan memperoleh berbagai bantuan, mulai dari peralatan rumah tangga hingga fasilitas menginap di hotel berbintang selama dua hari.

Selain itu, bank bjb juga memberikan tabungan untuk uang muka rumah, yang ditambah dukungan dari Pemerintah Kota Depok.

Dedi menegaskan bahwa dana bantuan tersebut tidak boleh digunakan untuk kebutuhan konsumtif, melainkan harus dimanfaatkan sebagai langkah awal memiliki atau memperbaiki rumah.

“Uang tabungan tidak boleh dibelanjakan tapi untuk DP rumah, yang sudah punya rumah untuk renovasi. Yang rumahnya tidak layak huni nanti akan direnovasi, dapat bantuan dari Kementerian PKP senilai Rp20 juta,” kata KDM.

BACA JUGA:  Rumah Reyot Jadi Layak Huni, Polsek Cikarang Barat Bedah Rumah Warga Lansia

Menurutnya, masyarakat tidak perlu memaksakan diri menggelar pernikahan mewah hingga berujung utang, terutama mengingat tingginya angka warga Jawa Barat yang terjerat pinjaman online.

Ia berharap konsep pernikahan sederhana ini bisa menjadi solusi agar pasangan baru memulai kehidupan tanpa beban finansial.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polisi Sita 1,5 Kg Sabu di Kebon Jeruk, Dua Pria Ditangkap

27 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Sabu di Kebon Jeruk

Korban Kecelakaan Minibus di Tol Terpeka Tulang Bawang Barat, Jasa Raharja Gercep Pelayanan

26 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Hadapi Tantangan Ekonomi 2027, Jasa Raharja Perkuat Strategi Keberlanjutan Bisnis melalui Economic Insights

26 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Sindikat Promosi Judol di Makassar Diduga Raup Rp1,3 Miliar

25 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Polres Jakbar Bongkar 43 Kasus Pencurian, 53 Orang Diamankan

23 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Polda Riau Sita 6.500 Liter Biosolar Subsidi di Siak

22 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Polda Riau
Trending di NEWS