Konteksberita.com | Kota Bekasi – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi, Christianto Manurung, menegaskan bahwa organisasi GMNI di wilayah Bekasi kini telah kembali bersatu setelah sebelumnya sempat terdampak dualisme kepemimpinan di tingkat nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Christianto usai pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-VII GMNI Bekasi yang digelar di Gedung Islamic Center Kota Bekasi, Jumat (6/3/2026).
Christianto menjelaskan, kegiatan yang berlangsung pada hari ini baru sebatas pembukaan Konfercab. Sementara untuk kelanjutan sidang dan agenda persidangan internal akan diumumkan kepada seluruh peserta pada waktu berikutnya.
“Pelaksanaan hari ini baru forum pembukaan Konfercab. Untuk kelanjutan sidang nanti akan kami informasikan kembali kepada seluruh peserta konferensi,” ujar Christianto kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa dinamika organisasi yang sempat terjadi akibat dualisme kepemimpinan GMNI kini telah berakhir, khususnya di wilayah Bekasi.
“Prinsipnya hari ini tidak ada lagi dualisme ataupun narasi tentang perpecahan GMNI di wilayah Bekasi,” tegasnya.
Menurut Christianto, dualisme yang terjadi setelah Kongres GMNI tahun 2019 di Ambon sempat membawa dampak serius terhadap soliditas organisasi, termasuk di tingkat cabang Bekasi.
Kondisi tersebut bahkan sempat memicu perpecahan di internal DPC GMNI Bekasi dan komisariat yang ada di wilayah Kota maupun Kabupaten Bekasi.
“Dualisme yang terjadi pasca Kongres GMNI 2019 di Ambon membawa efek negatif terhadap keutuhan organisasi, termasuk di DPC GMNI Bekasi yang sempat terpecah,” jelasnya.
Namun kini, kata Christianto, seluruh pimpinan cabang dan komisariat GMNI di wilayah Bekasi telah sepakat untuk kembali bersatu di bawah kepemimpinan DPC GMNI Bekasi.
“Alhamdulillah, seluruh pimpinan cabang dan komisariat se-Bekasi sudah sepakat bersatu kembali di bawah naungan DPC GMNI Bekasi,” katanya.
Ia juga mengapresiasi semangat persatuan yang terus didorong oleh kepemimpinan nasional GMNI, khususnya Ketua Umum GMNI Risyad Fahlevi dan Sekretaris Jenderal Patra Dewa yang terpilih dalam Kongres GMNI XXII di Bandung.
Christianto menilai semangat rekonsiliasi tersebut menjadi faktor penting dalam menyatukan kembali kader GMNI di berbagai daerah.
“Spirit persatuan yang disuarakan oleh Ketua Umum Risyad Fahlevi dan Sekjen Patra Dewa menjadi energi positif bagi seluruh keluarga besar GMNI,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Konfercab ke-VII GMNI Bekasi, Christianto berharap organisasi dapat terus melahirkan kader-kader pemikir sekaligus pejuang yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Konfercab ini diharapkan melahirkan pejuang pemikir yang dapat berkontribusi bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (Imron)








