Polri Tetapkan Dua Tersangka dalam Kasus Penganiayaan dan Penelantaran Anak AMK       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 11 Sep 2025 12:26 WIB ·

Polri Tetapkan Dua Tersangka dalam Kasus Penganiayaan dan Penelantaran Anak AMK


					Polri Tetapkan Dua Tersangka dalam Kasus Penganiayaan dan Penelantaran Anak AMK. (Dok: Istimewa) Perbesar

Polri Tetapkan Dua Tersangka dalam Kasus Penganiayaan dan Penelantaran Anak AMK. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan dua tersangka dalam kasus penganiayaan dan penelantaran anak berinisial AMK. Kedua pelaku diketahui merupakan orang tua kandung korban, yaitu EF alias YA (40), yang dikenal sebagai Ayah Juna, serta ibu kandungnya, SNK (42).

“Kami sangat prihatin atas penderitaan yang dialami korban. Ini merupakan bentuk kekerasan yang keji dan tidak berperikemanusiaan. Polri akan menindak tegas para pelaku tanpa toleransi,” ujar Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Nurul Azizah, dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).

BACA JUGA:  PN Cikarang Tegas, Nyumarno Cs Tetap Ditahan

Kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Undang-Undang Perlindungan Anak dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan berat. Ancaman hukumannya mencapai delapan tahun penjara serta denda sebesar Rp100 juta.

Brigjen Pol. Nurul juga menegaskan bahwa kasus ini menjadi bukti bahwa kekerasan terhadap anak kerap terjadi di lingkungan terdekat, bahkan di dalam rumah sendiri.

BACA JUGA:  7 Daerah Indonesia Terancam Panas Kering Mendidih, Termasuk Jawa Barat

“Ruang keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman bagi seorang anak. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli, peka, dan berani melaporkan jika menemukan atau mencurigai adanya tindakan kekerasan terhadap anak. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas Polri,” jelasnya.

Sebagai upaya pencegahan, Polri merilis sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat, seperti mengenali tanda-tanda kekerasan, menciptakan ruang aman bagi anak, dan aktif melaporkan kasus ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) atau melalui layanan hotline resmi.

BACA JUGA:  Dugaan Gratifikasi, Soleman Ditahan Kejari Kabupaten Bekasi

Polri juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan perlindungan terhadap anak serta memperkuat kerja sama dengan masyarakat, lembaga sosial, dan pemerintah daerah.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Drainase Bermasalah, Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Desak Pemkab Benahi Jalan KH Fudholi

6 November 2026 - 00:07 WIB

Saeful Islam

Polisi Bongkar Lapak Sabu di Tanah Abang, 18 Orang Diciduk

5 November 2026 - 11:06 WIB

Lapak Sabu Tanah Abang

Resmi Dilantik Jadi Kades Tamanrahayu Masa Bhakti 2026–2034, Emin Suryana Gelar Tasyakuran 7 Tumpeng

4 November 2026 - 21:51 WIB

Kades Tamanrahayu

Ketua BPD Lubangbuaya Ucapkan Selamat atas Pelantikan Kades Maulana Yusup Periode 2026-2034

4 November 2026 - 21:45 WIB

Ketua BPD Lubangbuaya

Kurang dari 24 Jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Truk Molen di Bekasi   

3 November 2026 - 18:14 WIB

Pastikan Pelayanan Optimal, Direksi Jasa Raharja Jenguk Korban Kecelakaan Truk Molen di RS Juwita Bekasi 

2 November 2026 - 16:03 WIB

Trending di NEWS