Koperasi Barata: Bung Hatta Sang Proklamator Pemikiran Ekonomi Kerakyatan sebagai Bapak Koperasi Indonesia       

Menu

Mode Gelap

ECONOMY & BUSINESS · 19 Jul 2025 02:16 WIB ·

Koperasi Barata: Bung Hatta Sang Proklamator Pemikiran Ekonomi Kerakyatan sebagai Bapak Koperasi Indonesia


Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Melakukan Kunjungan ke kediaman keluarga Bung Hatta. (Dok: Istimewa) Perbesar

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Melakukan Kunjungan ke kediaman keluarga Bung Hatta. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Kunjungan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ke kediaman keluarga Bung Hatta beberapa waktu lalu mendapat perhatian khusus dari Koperasi Barisan Alumni Tamansiswa Nusantara (Barata).

Terutama karena pertemuan tersebut, menyampaikan penghormatan terhadap pemikiran-pemikiran ekonomi kerakyatan sang Proklamator, Mohammad Hatta, yang juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Dasco diterima oleh Meutia Farida Hatta, putri Bung Hatta, yang merupakan istri dari Prof. Dr. Sri Edi Swasono Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Perguruan Tamansiswa.

Pertemuan ini juga menegaskan pentingnya melanjutkan warisan pemikiran Bung Hatta, terutama dalam konteks membangun ekonomi nasional, yang berdasar pada koperasi sebagai pilar utama.

Barisan Alumni Tamansiswa Nusantara, melalui Ketua-nya Indria Febriansyah, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keseriusan pemerintah, dalam mengimplementasikan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Pasal tersebut menekankan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama, berdasar atas asas kekeluargaan, yang secara substansial mencerminkan semangat koperasi.

BACA JUGA:  9 Orang Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan Saat Pesta Pernikahan di Subang

“Sudah saatnya Tamansiswa mengimplementasikan ajaran Ki Hadjar Dewantara dalam bidang ekonomi melalui koperasi sebagai instrumen utama ekonomi kerakyatan. Koperasi Desa Merah Putih adalah wujud nyata semangat itu, dan kami optimis seluruh alumni Tamansiswa akan turut mendukung,” ujar Indria Febriansyah, Jumat (18/7/2025) di Jakarta.

Proyek Strategis Nasional. Koperasi Desa Merah Putih

Koperasi Desa Merah Putih merupakan inisiatif strategis dari Pemerintahan Presiden Prabowo, Barisan Alumni Tamansiswa Nusantara sangat mendukung karena bertujuan mewujudkan kemandirian ekonomi desa berbasis gotong royong dan nilai-nilai luhur kebudayaan nasional.

Menurut Indria Koperasi Desa Merah Putih paling tidak harus memulai Program-program meliputi:

1. Lumbung Pangan Rakyat (LPR)

LPR bertujuan menciptakan ketahanan pangan desa dengan membangun sistem distribusi dan logistik yang dikelola koperasi. Produk-produk petani lokal akan dibeli langsung oleh koperasi, disimpan dalam gudang milik bersama, dan didistribusikan ke anggota koperasi serta masyarakat dengan harga yang adil.

BACA JUGA:  TCI Chapter Bekasi Raya Berbagi Kebaikan, "Salam Bersaudara Tanpa Batas, Aksi Tanpa Batas"

2. Rumah Produksi Bersama (RPB)

Program ini mendorong industrialisasi skala kecil di desa-desa. Koperasi membangun fasilitas produksi untuk pengolahan hasil tani, hasil hutan, kerajinan, dan makanan lokal. Produk diberi label koperasi dan dipasarkan melalui ekosistem digital yang juga dikembangkan oleh koperasi.

3. Tabungan dan Kredit Usaha Rakyat Mandiri (TAKURMA)

TAKURMA adalah skema keuangan mikro berbasis anggota, yang menyediakan akses permodalan dengan bunga rendah untuk usaha tani, peternakan, perikanan, serta UMKM desa. Dana bergulir ini dikelola secara transparan dan berbasis musyawarah.

4. Sekolah Koperasi Rakyat (SKR)

SKR adalah program pendidikan alternatif yang bertujuan mendidik generasi muda dan warga desa agar memahami prinsip-prinsip koperasi, literasi keuangan, dan manajemen usaha. Modul bisa disusun berbasis ajaran Ki Hadjar Dewantara dan Bung Hatta.

BACA JUGA:  Polsek Tambelang Gelar Binrohtal dan Santunan Anak Yatim Piatu Bersama Ust. Dedy Hidayat dari Polda Metro Jaya

5. Digitalisasi Koperasi Desa

Koperasi Merah Putih mengembangkan aplikasi digital koperasi untuk pencatatan transaksi, pembukuan, marketplace produk desa, dan layanan informasi kepada anggota. Teknologi ini diharapkan mendorong transparansi dan memperkuat jaringan antar koperasi desa di seluruh Nusantara.

Barata memandang, bahwa kerja sama antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam menghadirkan kesejahteraan yang merata.

Model koperasi ini menjadi cermin dari cita-cita Bung Hatta bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah tujuan akhir, melainkan syarat agar rakyat dapat hidup bahagia dan sejahtera.

Dengan dukungan figur-figur seperti Meutia Hatta serta tokoh-tokoh Tamansiswa, harapan terhadap kebangkitan koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional kian menemukan momentumnya.

Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi katalisator bagi tumbuhnya ekonomi berbasis keadilan sosial di seluruh pelosok negeri.

 

(Gibran/Sky)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pelajar Bekasi Bersinar di Thailand dan Hong Kong

2 Maret 2026 - 14:22 WIB

Pelajar Bekasi

Polsek Setu Intensifkan Patroli KRYD di Titik Rawan Perbatasan

1 Maret 2026 - 17:39 WIB

Patroli KRYD Polsek Setu

Polsek Babelan Laksanakan Patroli Skala Besar Antisipasi 3C dan Tawuran

1 Maret 2026 - 16:30 WIB

Patroli Polsek Babelan

73 Motor Diamankan, Satlantas Polres Tuban Bubarkan Balap Liar Dini Hari

1 Maret 2026 - 14:52 WIB

Satlantas Polres Tuban

Jasa Raharja lakukan pencegahan mudik 2026

1 Maret 2026 - 10:12 WIB

Ditresnarkoba Polda NTB Ringkus Bendahara Jaringan Narkoba Ko Erwin di Mataram

28 Februari 2026 - 14:44 WIB

Jaringan Narkoba Ko Erwin
Trending di NEWS