Awas! Modus Baru Pencurian Uang Lewat QRIS, Saldo Rekening Bisa Terkuras Habis       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 23 Jun 2025 16:35 WIB ·

Awas! Modus Baru Pencurian Uang Lewat QRIS, Saldo Rekening Bisa Terkuras Habis


Ilustrasi: Pencurian Uang Lewat QRIS. (Dok: Istimewa) Perbesar

Ilustrasi: Pencurian Uang Lewat QRIS. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Modus penipuan di sektor keuangan semakin berkembang dan kian marak terjadi. Salah satu modus terbaru yang ditemukan adalah penggunaan kode QR (QRIS) palsu untuk menipu korban dan menguras isi rekening mereka.

Modus ini bekerja ketika korban memindai (scan) kode QR palsu yang telah dimodifikasi oleh pelaku. Kode tersebut meniru identitas pedagang, jenis barang, serta nominal transaksi yang tampak asli, sehingga korban tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang melakukan transaksi dengan penipu.

Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan terkait modus ini. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dibangun dengan standar keamanan nasional serta merujuk pada praktik terbaik global.

BACA JUGA:  One Way Lokal Diberlakukan di Tol Semarang hingga Bawen

“Keamanan QRIS merupakan tanggung jawab bersama. Bank Indonesia, ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia), serta pelaku industri PJP (Penyelenggara Jasa Pembayaran) secara rutin melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para merchant mengenai keamanan dalam bertransaksi menggunakan QRIS,” jelasnya melansir CNBC Indonesia.

Menurut Filianingsih, penyebaran QRIS palsu harus ditangani secara kolektif. Para pedagang, misalnya, bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kode QRIS mereka berada di bawah pengawasan langsung.

BACA JUGA:  Ketua Pokja Bantargebang Ajukan Bansos untuk Linmas Ciketingudik

Selain itu, pedagang juga diimbau untuk memantau setiap proses transaksi menggunakan QRIS, baik melalui pemindaian gambar maupun dengan mesin EDC.

Mereka juga wajib memverifikasi status setiap pembayaran, seperti memastikan telah menerima notifikasi setelah transaksi berhasil dilakukan.

Namun, tanggung jawab dalam mencegah penipuan ini tidak hanya ada di pihak pedagang. Konsumen pun perlu lebih waspada dan berperan aktif dalam menghindari risiko tersebut.

BACA JUGA:  Kapolri Hadiri Pembukaan Pekan Orientasi HIKMAHBUDHI ke-12 di Yogyakarta

Filianingsih menyarankan agar pembeli selalu memeriksa apakah nama merchant yang tertera pada aplikasi saat memindai QRIS sesuai dengan nama toko atau penyedia jasa yang sebenarnya.

“Pastikan nama yang muncul sesuai. Misalnya, jangan sampai muncul nama yayasan padahal sedang bertransaksi di toko onderdil. Itu jelas tidak sesuai,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Bank Indonesia bersama ASPI terus melakukan pengawasan terhadap penyelenggara QRIS dan senantiasa mengutamakan perlindungan konsumen.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Filianingsih.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kungker Komisi V DPRD Jabar Pastikan SMA Negeri 20 Bekasi Siap Dipakai Tahun Ajaran Baru

5 Februari 2026 - 00:56 WIB

Proyek Galian Kabel Fiber Optik Bikin Resah Warga Setu

4 Februari 2026 - 21:51 WIB

Proyek Galian Kabel Fiber Optik

Musrenbang Kecamatan Setu 2026: Sinergitas Forkopimcam untuk Pembangunan Berkelanjutan

4 Februari 2026 - 16:35 WIB

Musrenbang Kecamatan Setu

Persib Bandung Gelar Doa Bersama Jelang Ramadan di Stadion GBLA

4 Februari 2026 - 11:21 WIB

Doa Bersama Persib

Lapas Kelas IIA Cikarang Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan Sekitar Bersama Warga Binaan

3 Februari 2026 - 19:32 WIB

Kerja Bakti Lapas Cikarang

PWI Pusat dan Panitia HPN 2026 Siap Sukseskan HPN di Banten

3 Februari 2026 - 13:38 WIB

HPN Banten
Trending di NEWS