LSM GNRI Kecam Keras Pernyataan Mendes Yandri, Sekjen Julius: Penggunaan Anggaran Desa Sudah Transparan Belum?       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 3 Feb 2025 12:02 WIB ·

LSM GNRI Kecam Keras Pernyataan Mendes Yandri, Sekjen Julius: Penggunaan Anggaran Desa Sudah Transparan Belum?


					Ketum LSM GNRI, N. Nur Kholis / Sekjen LSM GNRI, Julius Chandra. (Dok: Istimewa) Perbesar

Ketum LSM GNRI, N. Nur Kholis / Sekjen LSM GNRI, Julius Chandra. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Nawacita Rakyat Indonesia (GNRI) Mengecam keras atas pernyataan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Yandri Susanto, yang mengatakan LSM dan Wartawan Bodrex memeras oknum kepala desa.

Ketua Umum LSM GNRI N. Nur Kholis menyayangkan steatment menteri desa tersebut. Menurutnya sebagai pemimpin Yandri Santoso harus lebih bijak dalam menyampaikan sesuatu hal dan harus dipikirkan dengan matang.

“Sebagai Menteri seharusnya saudara Yandri Santoso lebih bijak dan berhati-hati dalam mengutarakan sesuatu, jangan sampai melukai banyak pihak. Apa lagi dengan steatmet LSM dan Wartawan Bodrex yang memeras kepala desa,” ujarnya.

BACA JUGA:  Skema One Way Tol Cikampek Utama Sampai Tol Kalikangung Mulai Diterapkan

Kholis juga menghimbau kepada seluruh jajaran LSM GNRI agar tidak terprovokasi dan mengambil langkah-langkah di luar komando dari DPP.

“Saya menghimbau kepada jajaran baik dari tingkat DPW sampai dengan DPC agar tidak mengambil langkah-langkah diluar komando DPP,” jelasnya.

Sekjen DPP LSM GNRI

Di tempat terpisah Sekjen DPP LSM GNRI Julius Chandra mengecam keras atas pernyataan tersebut, ia mengatakan ketika kepala desa dapat menggunakan anggaran dana desa dengan transparan mengapa harus khawatir.

BACA JUGA:  Polisi Ungkap Sosok Raeza Si Perampok Bejat yang Perkosa SPG Cibubur

“Fungsi kontrol sosial dan sosial kontrol yang di jalankan oleh LSM dan Wartawan seharusnya dapat menjadi masukan kepada kementerian desa, bukan malah menteri desa mendeskriditkan LSM dan Wartawan dalam menjalankan fungsi mereka,” tegasnya.

Masih kata Julius, justru seharusnya kementerian desa dapat mengawasi dengan baik terkait penggunaan anggaran dana desa, bukan malah seolah-olah khawatir dengan adanya dugaan penyelewengan anggaran dana desa yang dilakukan oleh oknum kepala desa yang tidak dapat termonitoring langsung oleh kementerian.

“Seharusnya menteri desa berterima kasih dengan keberadaan LSM dan Wartawan dalam membantu kinerja kementerian desa dalam rangka pengawasan bukan malah mendeskreditkan para penggiat sosial kontrol dan kontrol sosial. Penggunaan anggaran sudah transparan belum?”.

BACA JUGA:  Dishub Matangkan Skema Lalu Lintas Usai Pemindahan Pasar Tumpah di Depan SGC

“Jika pemerintah desa dapat transparan dalam penggunaan anggaran dana desa mengapa risih dan khawatir dengan para penggiat kontrol sosial dan sosial kontrol dalam menjalankan fungsinya? Atau jangan-jangan bancakan anggaran tersebut terstruktur dari level atas sampai kebawah sehingga seorang menteri sangat khawatir,” pungkasnya.

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tokoh Pers Layak Berkontribusi dalam Tim Pembangunan Daerah, Ini Alasannya

1 November 2026 - 21:17 WIB

Polsek Setu Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Jalan Raya Setu-Serang, Periksa 23 Kendaraan

1 November 2026 - 19:18 WIB

Lindungi Masyarakat Usia Produktif di Sumatera Barat, Jasa Raharja Perkuat Gerakan Keselamatan Berlalu Lintas  

31 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Tiga Polda Ikuti Pelatihan RAR Korlantas, Asah Kemampuan Evakuasi Korban Kecelakaan

31 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Pelatihan RAR Korlantas

Diskusi Bersama Wartawan, Muhammad Awaluddin Paparkan Transformasi Peran Jasa Raharja  

30 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Dugaan Impor Ilegal 1.257 Balpres di Subang

29 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Impor Ilegal Balpres
Trending di NEWS