Korlantas Terapkan Sistem Tilang Poin Mulai Tahun Ini, Ini Aturannya       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 5 Jan 2025 23:45 WIB ·

Korlantas Terapkan Sistem Tilang Poin Mulai Tahun Ini, Ini Aturannya


Kakorlantas Polri, Irjen Aan Suhanan. (Dok: Istimewa) Perbesar

Kakorlantas Polri, Irjen Aan Suhanan. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Sistem tilang berbasis poin pada Surat Izin Mengemudi (SIM) mulai diberlakukan pada tahun ini. Korlantas Polri menyatakan bahwa sistem ini dapat mengakibatkan pencabutan SIM jika pemiliknya sering melanggar aturan lalu lintas.

“Mulai Januari ini sudah berlaku, dengan terbitnya catatan pelanggaran lalu lintas, sesuai dengan regulasi dan Perpol yang ada,” ujar Kakorlantas Polri, Irjen Aan Suhanan, pada Jumat (3/1/2025).

Aan menjelaskan bahwa sistem poin dimulai dengan 12 poin untuk setiap pemilik SIM. Jika pemilik SIM terus melakukan pelanggaran lalu lintas, maka poin akan berkurang.

BACA JUGA:  Ketua BPD Bersama Warga Datangi Kantor Camat Setu, Sampaikan Aspirasi Penolakan Galian C

“Jika melakukan pelanggaran ringan, poin akan berkurang 1 poin. Pelanggaran sedang akan mengurangi 3 poin, sedangkan pelanggaran berat akan mengurangi 5 poin. Jika terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kematian, seluruh 12 poin akan terpotong. Untuk kasus tabrak lari, SIM bisa langsung dicabut. Ini merupakan upaya untuk menciptakan pengemudi yang aman dan bertanggung jawab,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pemkab Bekasi Siap Terapkan PEKPPP, RSUD Cibitung Sebagai Pelayanan Jasa

Menurut Peraturan Kepolisian Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM, pada pasal 38 disebutkan bahwa pemilik SIM yang mencapai 12 poin akan dikenakan sanksi berupa penahanan sementara atau pencabutan SIM sebelum adanya putusan pengadilan.

Pemilik SIM yang mendapat sanksi tersebut wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan mengemudi untuk dapat memperoleh SIM kembali setelah masa sanksi berakhir.

Pada pasal 39, disebutkan bahwa jika pemilik SIM mencapai 18 poin, maka SIM akan dicabut berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

BACA JUGA:  Galian C Tanah Merah Ilegal Ditutup, Ketua BPD Kertarahayu Setu Apresiasi Polri

Pemilik SIM yang mendapat sanksi pencabutan SIM tersebut harus menjalani masa sanksi sesuai dengan keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Setelah masa sanksi pencabutan SIM selesai, pemilik SIM dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan SIM baru dengan syarat mengikuti pendidikan dan pelatihan mengemudi serta mengikuti prosedur pembuatan SIM yang berlaku.

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polri Ingatkan Potensi Lonjakan Arus Balik, Masyarakat Diminta Manfaatkan WFA Usai Lebaran 1447 H

22 Maret 2026 - 20:34 WIB

Arus Balik

Habeas Corpus Law Firm Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kesadaran Hukum

22 Maret 2026 - 07:36 WIB

Posyan Mega Bekasi Hyper Mall Antisipasi Lonjakan Kendaraan Jelang Idulfitri 2026

21 Maret 2026 - 08:21 WIB

Jasa Raharja Dukung Penuh Program Mudik IFG 2026, Utamakan Keselamatan Pemudik

20 Maret 2026 - 11:42 WIB

One Way Nasional Resmi Dimulai di Cikampek, Jasa Raharja Dukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026

19 Maret 2026 - 13:42 WIB

157 Perusahaan di Jabar Dilaporkan Terkait Permasalahan THR

18 Maret 2026 - 17:37 WIB

Perusahaan di Jabar
Trending di NEWS