Cara BRI Melindungi Usaha Wong Cilik       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 3 Okt 2024 17:41 WIB ·

Cara BRI Melindungi Usaha Wong Cilik


Cara BRI Melindungi Usaha Wong Cilik Perbesar

KONTEKSBERITA.com – Ketahanan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dalam menjaga kredit dan pencadangan kerugian terbilang cukup solid. Hal ini dibuktikan dengan rasio-rasio yang masih sehat di tengah ketidakpastian global.

Kendati BRI sebagai bank dengan portofolio terbesar di Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM), namun BRI tetap mampu menunjukkan performa yang prudent dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet yang tergolong rendah.

Sebagai catatan, penyaluran kredit kepada segmen UMKM BRI mencapai Rp 1.095,64 triliun hingga akhir Juni 2024. Jumlah itu setara 81,69% dari total penyaluran kredit BRI.

BACA JUGA:  Kades Rudi Catur Pribadi Apresiasi TNI, Jembatan Manggala Selesai 100%

NPL Consolidated (gross) BRI disepanjang semester I-2024 berada di level 3,05% atau mendekati guidance 2024 BRI yang diekspektasikan kurang dari 3%.

Untuk segmen medium (menengah) dan korporasi, NPL mengalami penurunan pada periode semester I-2024 dibandingkan semester I-2023.

NPL segmen medium turun menjadi 1,75% dari 2,7% dan segmen korporasi juga menurun menjadi 3,07% dari 4,83%.

Sementara dari sisi rasio coverage berada di level lebih dari 211,6%, sehingga NPL BRI di cover cadangan lebih dari 2 kali lipat. Angka ini cenderung lebih tinggi dibandingkan 2019 (sebelum pandemi Covid-19) yang hanya berada di angka 154,63%.

BACA JUGA:  BRI Perkuat Jaringan Di Korea Selatan Dengan Rayakan HUT RI Ke 79 Bersama Diaspora

“Sebagai bank yang memiliki portofolio terbesar di UMKM,NPL ini menunjukkan BRI mampu menerapkan risiko dengan baik, karena main di UMKM di situasi seperti ini adalah tidak mudah dan penuh tantangan saya kira NPL ini bukti bahwa pengelolaan kita baik,” ujar Direktur Utama Sunarso, dalam paparan kinerja semester-I, Kamis (25/7/2024).

Semakin tinggi NPL Coverage Ratio, maka perbankan akan semakin siap dalam menghadapi risiko memburuknya kualitas aset mereka.

BACA JUGA:  Pemprov Jabar Siap Pulangkan Rizki dari Kamboja

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa potensi peningkatan risiko kredit bank telah diantisipasi dengan pembentukan cadangan yang sangat memadai, penyaluran kredit yang hati-hati dan pengawasan dan monitoring kredit yang disalurkan.

Adapun rasio total CKPN terhadap total kredit restrukturisasi masih relatif tinggi yaitu 60,64% per Juni 2024.

Ini menunjukkan bahwa perbankan senantiasa waspada dan mengantisipasi potensi memburuknya kualitas kredit yang direstrukturisasi seiring berakhirnya pelonggaran stimulus.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dendam Lama Picu Penikaman Nus Kei

21 April 2026 - 16:51 WIB

Penikaman Nus Kei

Dua Pelaku Penikaman Ketua DPC Golkar Malra Hingga Tewas Ditangkap, Polisi Dalami Motif

20 April 2026 - 11:44 WIB

Ketua DPC Golkar Malra

12 Ribu Warga Meriahkan Festival Adu Bedug dan Dondang Mustika Jaya

19 April 2026 - 23:46 WIB

Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik

19 April 2026 - 17:55 WIB

Halalbihalal MKR Group Jadi Ajang Silaturahmi dan Kolaborasi Strategis

19 April 2026 - 09:12 WIB

DPC PERADI SAI Bekasi Raya Sukses Gelar Rakercab di Hotel Merbabu Bekasi

18 April 2026 - 21:26 WIB

PERADI SAI Bekasi Raya
Trending di NEWS