Ternyata Ini Motif Pria Bunuh Pacar Sesama Jenisnya di Karawang       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 23 Feb 2024 21:47 WIB ·

Ternyata Ini Motif Pria Bunuh Pacar Sesama Jenisnya di Karawang


Pelaku Pembunuhan Pemilik Warung di Karawang. (Dok: Istimewa) Perbesar

Pelaku Pembunuhan Pemilik Warung di Karawang. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Pemilik warung di Karawang, Jawa Barat, yang bernama Asma (45 tahun) tewas dibunuh oleh pacar sesama jenisnya, Wahyudin (28 tahun).

Motif pembunuhan ini ternyata berasal dari masalah utang jaminan KTP yang dimiliki pelaku kepada korban.

“Korban dan pelaku memiliki hubungan spesial sejak tahun 2019, namun hubungan tersebut bersifat transaksional, di mana korban membayar pelaku untuk melakukan hubungan intim dengan tarif Rp 170 ribu per kali,” kata Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono dalam konferensi pers di Polres Karawang pada Jumat (23/2/2024).

BACA JUGA:  Persib Bandung Gelar Doa Bersama Jelang Ramadan di Stadion GBLA

Asma telah membayar Wahyudin sebanyak delapan kali untuk melakukan hubungan intim sejenis.

Namun, pada Desember 2023, terjadi perselisihan antara keduanya. Saat itu, Wahyudin meminjam uang sebesar Rp 150 ribu kepada Asma.

“Pelaku meminjam uang sekitar bulan Desember 2023 sebesar Rp 150 ribu kepada korban dengan jaminan KTP, kemudian pada bulan Januari 2024 pelaku memerlukan KTP untuk mengambil bantuan sosial dari pemerintah di kantor desa. Pelaku ingin meminjam KTP-nya kepada korban namun tidak dikabulkan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pembangunan Tol Cimanggis-Cibitung Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Namun, Wahyudin diduga marah karena Asma menolak mengembalikan KTP tersebut.

Asma dikabarkan meminta Wahyudin membayar utangnya atau melakukan hubungan intim jika ingin KTPnya dikembalikan.

Pada 14 Februari 2024, Wahyudin mengikuti permintaan Asma untuk melakukan hubungan intim.

“Setelah hubungan intim selesai, pelaku menagih janji untuk mengembalikan KTP, namun korban menolak dan mengajak pelaku untuk melakukan hubungan intim sekali lagi sebelum KTP pelaku dikembalikan,” tambahnya.

Pada Kamis (15/2) pukul 02.00 WIB, Wahyudin menolak ajakan Asma. Asma diduga menghina Wahyudin yang akhirnya memicu perkelahian yang mengakibatkan kematian Asma.

BACA JUGA:  Kades Ragemanunggal Setu Hadiri Acara Kenal Pamit Kapolsek Setu

“Peristiwa terjadi ketika korban ditemukan meninggal oleh saudaranya pada tanggal 15 Februari sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, saudara korban yang juga tetangganya curiga karena warungnya tutup. Setelah mengetuk pintu dan tidak ada jawaban, saudara korban memutuskan untuk membuka pintu dan menemukan korban dalam keadaan meninggal terbaring di atas kasur,” ungkap Wirdhanto.

 

Editor: Uje
Sumber: detikNews

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPW PPP Jabar Ambil Alih Muscab X DPC PPP Kabupaten Bekasi, Lanjut 29 April di Bandung

28 April 2026 - 16:58 WIB

DPW PPP Jabar

Muscab X DPC PPP Kabupaten Bekasi Diundur, Sarif Marhaendi: SC dan OC Tak Ada di Tempat

28 April 2026 - 16:40 WIB

Muscab PPP Kabupaten Bekasi

Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 13:04 WIB

PT KAI Menyampaikan Permohonan Maaf Atas Tragedi Kecelakaan Kereta Api

28 April 2026 - 00:13 WIB

Tuntut Ganti Rugi, Warga Hentikan Truk Proyek Tol Japek 2 Selatan

27 April 2026 - 17:51 WIB

Proyek Tol Japek 2

Jasa Raharja Gandeng Organda, Dorong Integrasi Data dan Keselamatan Transportasi Nasional

27 April 2026 - 13:26 WIB

Trending di NEWS