konteksberita.com, Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi mulai mengakselerasi penyiapan infrastruktur pendukung bagi proyek-proyek prioritas daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan akses jalan menuju lokasi pembangunan yang lahannya telah dilepaskan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto, menyampaikan bahwa instansinya menjalankan peran strategis dalam menjamin kelayakan akses menuju kawasan proyek, meski sektor utama seperti pengelolaan sampah berada di bawah kewenangan lembaga lain.
“Dinas BMSDA bertanggung jawab pada kesiapan akses jalan. Untuk pelebaran, usulan pembebasan lahan sudah diajukan dan seluruh titik telah disurvei,” kata Idi, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, proses perencanaan telah memasuki tahap teknis dan administratif, termasuk pembahasan di tingkat Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPT) serta penyiapan anggaran pembebasan lahan dan pekerjaan fisik. Tahapan tersebut kini mulai direalisasikan secara bertahap.
Penyiapan infrastruktur ini diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan pusat dan daerah, salah satunya proyek sektor pangan yang dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Mei mendatang di Kota Bekasi. Pekerjaan jalan, lanjut Idi, akan berjalan beriringan dengan tahapan awal proyek tersebut.
“Pekerjaan infrastruktur dilaksanakan paralel setelah groundbreaking dimulai,” ujarnya.
Pada tahap awal, pelebaran jalan akan dilakukan sepanjang kurang lebih 300 meter, dimulai dari akses utama di depan kawasan hingga ke dalam area inti proyek. Ruas ini ditetapkan sebagai prioritas guna menjamin kelancaran mobilitas selama masa konstruksi.
Selain pekerjaan jangka pendek, Pemkot Bekasi juga menyusun rencana pengembangan infrastruktur lanjutan. Di antaranya pembangunan flyover di kawasan belakang kapal yang ditargetkan masuk dalam skema penganggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2026–2027, dengan proyeksi penyelesaian akhir 2027.
Adapun rencana underpass di sekitar kawasan stasiun akan dilanjutkan setelah proyek flyover rampung. Tahap pembebasan lahan direncanakan menyusul, dengan pelaksanaan fisik diproyeksikan pada periode anggaran berikutnya.
“Seluruh pembangunan dilakukan bertahap, menyesuaikan prioritas dan kesiapan lahan, agar antarproyek saling terhubung dan berkelanjutan,” tutup Idi.








