Konteksberita.com, Kota Bekasi – Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 20 Kota Bekasi untuk meninjau progres pembangunan ruang kelas baru yang hingga kini belum sepenuhnya rampung. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat kerja serta laporan Dinas Pendidikan (Disdik) dan hasil pemantauan anggota Komisi V di lapangan.
Yomanius menjelaskan, terdapat sejumlah pekerjaan pembangunan sekolah yang belum tuntas dalam anggaran tahun 2025, sehingga Komisi V merasa berkewajiban melakukan peninjauan langsung guna memastikan kejelasan penyelesaian proyek.
“Ini bagian dari tanggung jawab kami. Kami ingin memastikan progresnya, meninjau langsung, dan mendapatkan proyeksi penyelesaian. Orientasi kami bukan semata pada kualitas fisik bangunan, tetapi pada kebermanfaatannya bagi siswa,” ujar Yomanius di sela kunjungan. Rabu (4/2/2026).
Ia menegaskan, fokus utama Komisi V adalah memastikan fasilitas pendidikan dapat digunakan secara optimal saat tahun ajaran baru, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman tanpa terkendala keterbatasan ruang.
“Yang terpenting bagi kami adalah ada kepastian bahwa ketika tahun ajaran baru dimulai, siswa sudah bisa masuk dan belajar dengan nyaman,” tegasnya.
Dari sisi daya tampung, pembangunan ruang kelas baru di SMA Negeri 20 Bekasi masih bersifat bertahap. Dari kebutuhan total 20 ruang kelas baru (RKB), hingga saat ini baru 10 ruang kelas yang terbangun. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian kegiatan belajar mengajar masih harus dilakukan dengan memanfaatkan gedung sewaan.
Meski demikian, ruang kelas yang telah selesai dibangun mulai dapat dimanfaatkan secara bertahap. Berdasarkan proyeksi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sisa pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 15 hingga 20 hari ke depan.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi V juga menemukan sejumlah catatan teknis yang dinilai penting untuk segera dievaluasi. Salah satunya adalah tidak tercantumnya exhaust fan pada ruang toilet dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Ini temuan di luar dugaan. Toilet tanpa exhaust fan berpotensi menimbulkan bau yang masuk ke ruang kelas, apalagi jika tekanan udara dari luar ke dalam. Ini tentu bisa mengganggu kenyamanan belajar,” ungkap Yomanius.
Meski belum dapat menilai efektivitas bangunan secara menyeluruh karena pekerjaan belum sepenuhnya selesai, Yomanius menegaskan bahwa Komisi V tetap berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi siswa.
“Kami tidak ingin menilai sebelum selesai, tetapi prinsip kami jelas: pembangunan ini harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi peserta didik,” katanya.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri oleh anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari berbagai fraksi, sebagai bentuk pengawasan kolektif terhadap pembangunan sarana pendidikan di wilayah Jawa Barat.
Kunjungan kerja turut dihadiri KCD Wilayah III Jawa Barat, Fraksi Gerindra, PDI-P, PKS, Dapil 10 Irpan Haeroni, M.Hasbullah Rahmat, Dr. Farabi El fous A. Arafiq, serta didampingi Pokdarwis Danau Indah Kalibaru serta Karang Taruna.








