Konteksberita.com, Kota Bekasi- Kegiatan Launching MaPAN FC (fun football club) yang digelar pada Minggu 25 Januari 2026 di lapangan BISF Betos Margahayu Bekasi Timur bagi ratusan anak-anak SSB (sekolah sepak bola) yang ikut acara itu bahagia mendapat sebuah bola. Tapi lebih dari itu ada mimpi yang semakin menyala ketika para senior atau legend pemain timnas.
Salah satu peserta dari SSB Perwira Putra bernama Dastan Al Ghifari (12) mengaku senang mengikuti acara tersebut.
Dastan menilai kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi dirinya apalagi bertemu para idola sepakbola akan menambah motivasi dan semangat berlatih.
“Saya senang bisa ikut acara launching MaPAN FC. Acaranya ramai dan seru, jadi menambah semangat saya untuk latihan dan bermain bola lebih baik lagi,” ujar Dastan.
Sementara itu, pelatih SSB Perwira Putra Coach Daeng menyebut kegiatan seperti launching klub dan pertandingan persahabatan sangat positif bagi pembinaan sepak bola usia muda, khususnya dalam membangun mental dan kepercayaan diri pemain.
“Kegiatan seperti ini penting untuk anak-anak. Mereka bisa belajar percaya diri, bersosialisasi dengan pemain dari SSB lain, dan merasakan atmosfer pertandingan sejak usia dini,” kata pelatih.
“Terima kasih MaPAN FC yang sudah mengadakan acara satu anak satu bola,”ucapnya. Minggu (25/1/2026)
Ia berharap ke depan semakin banyak klub dan komunitas sepak bola yang aktif menggelar kegiatan serupa agar pembinaan sepak bola usia muda berjalan berkesinambungan.
Launching MaPAN FC sendiri diisi dengan sejumlah game buat anak-anak SSB tersebut seperti lomba jugling, adu pinalti dengan kiper mantan kiper timnas Marcus Horison. Setelah itu setiap anak-anak SSB dipersilahkan mengambil bola masing-masing satu bola.
Senada dikatakan salah satu orang tua pemain SSB yang hadir di acara tersebut dari Jakarta bernama Sri Astuti (43) yang mengaku ikut mendampingi anak lelaki nya berpartisipasi di acara Launching MaPAN FC.
“Bagus acaranya menghibur apalagi ada artis ya kaya mas Pasha Ungu, Rico Ceper, Eko Patrio dan sejumlah mantan pemain timnas seperti Ismed Sofyan,”ungkap wanita berkerudung ini. Minggu (25/1/2026).
Namun demikian, Sri menyarankan penyelenggara agar acara seperti ini bisa berkesinambungan. Program Satu Anak Satu Bola harus terus dijalankan.
“Iya jangan udah dilaunching terus ga ada keterusannya. Karena program ini bagus kok. Anak-anak bisa termotivasi untuk jadi atlit sepak bola profesional,”tandasnya








