Konteksberita.com, Kota Bekasi || Cabang olahraga beladiri Savate Kota Bekasi resmi menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) I Savate Jawa Barat yang berlangsung di Camp Dragon, Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, pada Minggu (25/1/2026). Ajang ini menjadi tonggak sejarah penting karena untuk pertama kalinya Kota Bekasi dipercaya menjadi tuan rumah Kejurprov Savate tingkat provinsi.
Kejuaraan tersebut diikuti oleh 13 pengurus cabang Savate dari kota dan kabupaten se-Jawa Barat, dengan mempertandingkan dua kategori utama, yakni Assault dan Combat. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembinaan atlet serta upaya memperkenalkan Savate kepada masyarakat luas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Federasi Savate Indonesia Eko Puji Raharjo, Ketua Pengprov Savate Jawa Barat Jujuk Wahjudiana, serta jajaran pengurus Savate Kota Bekasi.
Ketua Pengkot Savate Kota Bekasi, Hani Siswadi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Kejurprov ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi pengurus dan atlet Savate di Kota Bekasi. Pasalnya, Savate di Kota Bekasi tergolong sebagai cabang olahraga baru.
“Savate di Kota Bekasi baru pertama kali menyelenggarakan dan menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi. Ini menjadi kebanggaan bagi kami sebagai pengurus kota,” ujarnya.
Hani menjelaskan bahwa Savate Kota Bekasi baru secara resmi didaftarkan ke KONI pada 27 Desember 2025. Oleh karena itu, berbagai kegiatan dan event kejuaraan akan terus digelar sebagai bagian dari proses sosialisasi dan pengembangan olahraga Savate.
“Sesuai arahan Ketua Umum, ke depan kami akan aktif menggelar event-event untuk memperkenalkan sekaligus mensosialisasikan apa itu Savate,” katanya.
Saat ini, jumlah atlet murni Savate di Kota Bekasi tercatat sebanyak 17 orang, dengan tambahan atlet dari berbagai cabang beladiri lain yang mulai bergabung. Kejurprov ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
“Kami berharap kejuaraan ini menjadi pionir bagi atlet-atlet Savate di Kota Bekasi dalam menghadapi ajang beladiri nasional, termasuk PON. Pada 2026 ini, kami menargetkan minimal dua event kejuaraan,” ungkap Hani.
Ia juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kota Bekasi, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana latihan. Saat ini, atlet Savate masih berlatih bersama cabang beladiri lain seperti Muaythai, Sambo, dan Wushu di Camp Dragon.
“Meski masih tergolong cabor baru, kami berupaya serius. Tahun 2026 minimal Savate harus memiliki satu ring pertandingan, dan kami berharap dukungan penuh dari pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kota Bekasi, M. Luthfi Firmansyah, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi pada prinsipnya mendukung pengembangan seluruh cabang olahraga di daerah.
“Namun dalam event perdana ini perlu dipahami bahwa Savate merupakan cabang olahraga baru yang masih dalam proses pengakuan sebagai anggota KONI Kota Bekasi,” jelasnya.
Dispora Kota Bekasi, lanjut Luthfi, tetap membuka ruang komunikasi dan menerima usulan dari seluruh cabang olahraga terkait kebutuhan sarana dan prasarana latihan. Namun, mekanisme bantuan tersebut idealnya dilakukan setelah Savate resmi menjadi anggota KONI Kota Bekasi.
“Bantuan sarana dan prasarana olahraga dari pemerintah disalurkan melalui KONI Kota Bekasi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi saat ini tengah membangun gedung khusus untuk cabang olahraga beladiri. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan 2026, guna mendukung persiapan menghadapi Porprov Jawa Barat 2026.








