Presiden Prabowo Buka Konferensi Ke-19 PUIC, Serukan Persatuan Parlemen Dunia Islam       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 15 Mei 2025 10:02 WIB ·

Presiden Prabowo Buka Konferensi Ke-19 PUIC, Serukan Persatuan Parlemen Dunia Islam


Presiden Prabowo Pembukaan PUIC. (Dok: Istimewa) Perbesar

Presiden Prabowo Pembukaan PUIC. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka The 19th Session of the Conference of the Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC) beserta rangkaian pertemuannya yang diselenggarakan di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu, (14/5/2025).

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai tuan rumah konferensi ini.

“Di hari yang baik ini, di tanah Jakarta yang hangat, saya mengucapkan rasa syukur dan kebanggaan karena Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan sesi ke-19 perkumpulan parlemen negara-negara Islam, sekaligus memperingati 25 tahun berdirinya organisasi ini,” ujar Presiden.

BACA JUGA:  Dinkes Kabupaten Bekasi Percepat Penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi untuk SPPG

Presiden menekankan pentingnya peran PUIC sebagai wadah kerja sama antar parlemen negara-negara Islam dalam merespons dinamika global yang semakin kompleks.

Didirikan pada tahun 1999, PUIC lahir dari semangat kebersamaan dan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan umat Islam secara global melalui diplomasi parlementer.

“Perkumpulan parlemen negara-negara Islam ini lahir dari kesadaran kolektif bahwa dunia Islam membutuhkan forum bersama antar lembaga legislatif untuk menghadapi tantangan global serta membela kepentingan umat Islam di seluruh dunia,” jelasnya.

BACA JUGA:  Polda NTT Selenggarakan Turnamen Tenis Meja Kapolda Cup IV untuk Meriahkan Hari Bhayangkara ke-79

Lebih jauh, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberadaan PUIC menjadi semakin relevan di tengah ketegangan geopolitik, persaingan kekuatan besar, dan meningkatnya kebutuhan akan suara-suara keadilan.

Menurutnya, organisasi ini berpotensi menjadi jembatan parlementer yang memperkuat solidaritas, menyuarakan keadilan, serta mendorong solusi atas berbagai persoalan global yang kompleks.

“Dalam situasi dunia yang semakin terpolarisasi dan diliputi konflik antar kekuatan besar, peran organisasi ini menjadi semakin penting, relevan, dan mendesak,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Indonesia Kirim Bantuan 10 Juta Dosis Vaksin Polio ke Afghanistan

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan kembali prinsip dasar kebijakan luar negeri Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu turut serta dalam mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Itulah kompas moral dan pijakan utama kebijakan luar negeri Indonesia,” tegas Presiden.

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polri Ingatkan Potensi Lonjakan Arus Balik, Masyarakat Diminta Manfaatkan WFA Usai Lebaran 1447 H

22 Maret 2026 - 20:34 WIB

Arus Balik

Habeas Corpus Law Firm Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kesadaran Hukum

22 Maret 2026 - 07:36 WIB

Posyan Mega Bekasi Hyper Mall Antisipasi Lonjakan Kendaraan Jelang Idulfitri 2026

21 Maret 2026 - 08:21 WIB

Jasa Raharja Dukung Penuh Program Mudik IFG 2026, Utamakan Keselamatan Pemudik

20 Maret 2026 - 11:42 WIB

One Way Nasional Resmi Dimulai di Cikampek, Jasa Raharja Dukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026

19 Maret 2026 - 13:42 WIB

157 Perusahaan di Jabar Dilaporkan Terkait Permasalahan THR

18 Maret 2026 - 17:37 WIB

Perusahaan di Jabar
Trending di NEWS