Respons PSSI atas Sanksi dari FIFA Akibat Ulah Suporter       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 13 Mei 2025 04:27 WIB ·

Respons PSSI atas Sanksi dari FIFA Akibat Ulah Suporter


PSSI. (Dok: Istimewa) Perbesar

PSSI. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia akibat perilaku suporter saat pertandingan antara Indonesia melawan Bahrain yang berlangsung pada 25 Maret 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sebagai konsekuensi dari sanksi tersebut, PSSI diwajibkan mengurangi kapasitas penonton saat Indonesia menjamu Tiongkok dalam lanjutan pertandingan Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang akan digelar pada Kamis, 6 Juni mendatang.

“PSSI telah menerima surat resmi dari FIFA dengan merujuk pada FDD-23338 Pasal 15 yang berkaitan dengan tindakan diskriminatif,” ujar Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Arya menjelaskan bahwa FIFA menilai PSSI bertanggung jawab atas perilaku diskriminatif yang dilakukan oleh sebagian suporter dalam pertandingan tersebut. Laporan tersebut merupakan hasil pemantauan sistem anti-diskriminasi FIFA.

BACA JUGA:  Lima Gerbang Tol Dalam Kota Ditutup Pasca Kerusuhan Demonstrasi

Menurut FIFA, aksi diskriminatif paling banyak terjadi di Tribun Utara dan Selatan, atau tepatnya di area belakang gawang.

Insiden tersebut disebut terjadi di Sektor 19 pada menit ke-80 pertandingan, ketika sekitar 200 suporter Indonesia meneriakkan yel-yel bernada xenofobia kepada tim Bahrain.

Xenofobia sendiri merupakan sikap takut, benci, atau tidak menyukai orang asing atau mereka yang dianggap berbeda, baik secara fisik, budaya, maupun kewarganegaraan.

“Suporter saat itu meneriakkan kalimat bernada diskriminatif terhadap Bahrain. Akibatnya, PSSI didenda sebesar lebih dari Rp400 juta,” ungkap Arya.

BACA JUGA:  Dinkes Kabupaten Bekasi Dorong Peningkatan Kapasitas dan Fasilitas Penunjang di RSUD

“Selain denda, FIFA juga mewajibkan PSSI untuk menggelar pertandingan melawan Tiongkok dengan jumlah penonton yang dibatasi,” lanjutnya.

FIFA meminta PSSI mengurangi 15 persen jumlah tiket yang tersedia di Tribun Utara dan Selatan. Selain itu, PSSI juga diminta menyerahkan rencana pemetaan tempat duduk kepada FIFA paling lambat 10 hari sebelum pertandingan.

“Namun, FIFA masih memberikan kelonggaran. Tempat duduk yang dibatasi tersebut dapat dialokasikan untuk komunitas anti-diskriminasi, atau kelompok khusus seperti keluarga, pelajar, dan perempuan,” jelas Arya.

FIFA juga mewajibkan pemasangan spanduk bertema anti-diskriminasi saat pertandingan Indonesia melawan Tiongkok berlangsung.

BACA JUGA:  Aksi Nyata BRI Menuju Zero Emission 2050 Dalam Program Zero Waste To Landfill BRI

“FIFA meminta PSSI untuk menyusun rencana komprehensif dalam memerangi tindakan diskriminasi di sepak bola Indonesia,” imbuh Arya.

Ia menegaskan bahwa FIFA sangat menaruh perhatian pada isu-isu sensitif seperti ini karena menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, kemanusiaan, serta saling menghargai dan menghormati.

“Tidak boleh ada ujaran kebencian, rasisme, atau xenofobia. Ini adalah pelajaran bagi kita semua. Meskipun merugikan, kita harus bertanggung jawab bersama. Ke depan, PSSI perlu melakukan langkah-langkah edukatif dan literasi kepada suporter agar tidak mengulangi tindakan diskriminatif,” tutup Arya Sinulingga.

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Prabowo Perkuat Kesejahteraan Guru, Tunjangan Naik dan Beasiswa Diperluas

12 Juni 2026 - 14:13 WIB

Kesejahteraan Guru

Bapenda Kabupaten Bekasi Optimalkan Pajak Daerah, Kejar Target Rp3,8 Triliun

11 Juni 2026 - 15:18 WIB

Pajak Daerah

Ruislag Aset Desa Mekarwangi Tuntas, Aset Terjaga dan Fasilitas Meningkat

11 Juni 2026 - 14:43 WIB

Ruislag Aset Desa Mekarwangi

Ojol Dorong Pembentukan Asosiasi Nasional, Perkuat Kolaborasi dengan Polri

11 Juni 2026 - 11:26 WIB

Komunitas Ojol

Pengawasan Pajak Air Tanah Diperkuat untuk Dongkrak PAD Kabupaten Bekasi

11 Juni 2026 - 09:04 WIB

Pajak Air Tanah

Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Fokus Evaluasi

9 Juni 2026 - 09:08 WIB

Operasi Patuh 2026
Trending di NEWS