Presiden Instruksikan Kepala Daerah Antisipasi Kekeringan dan Gelombang Panas       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 17 Jun 2024 14:19 WIB ·

Presiden Instruksikan Kepala Daerah Antisipasi Kekeringan dan Gelombang Panas


Presiden Jokowi Instruksikan Kepala Daerah Antisipasi Kekeringan dan Gelombang Panas. (Dok: Istimewa) Perbesar

Presiden Jokowi Instruksikan Kepala Daerah Antisipasi Kekeringan dan Gelombang Panas. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Presiden mengingatkan untuk mewaspadai tantangan di masa depan terkait isu iklim dan pangan. Beliau juga menyebutkan peringatan dari Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, bahwa dunia menghadapi ‘neraka iklim’.

“Kita harus tetap waspada, hati-hati, tidak boleh lengah. Tantangan ke depan tidak mudah. Saya kira Bapak-Ibu semuanya sudah mendengar peringatan dari Sekjen PBB bahwa dunia menuju neraka iklim. Ngeri. Neraka iklim. Suhu akan mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun ke depan, hati-hati,” kata Presiden di hadapan gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2024 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/06/2024).

Presiden menyatakan bahwa dalam satu tahun terakhir, Indonesia telah mengalami gelombang panas. Bahkan, suhu di India mencapai 50 derajat Celsius dan di Myanmar mencapai 45,8 derajat Celsius.

BACA JUGA:  The Jasfren Ride, Jasa Raharja Ajak Masyarakat Berkendara Aman, Berbagi dan Peduli Keselamatan  

Jika situasi ini dibiarkan, menurut FAO [Food and Agriculture Organization], pada tahun 2050 dunia akan mengalami kekeringan yang berdampak pada kekurangan pangan.

Oleh karena itu, Presiden menekankan pentingnya mengantisipasi kekeringan dan gelombang panas yang dapat mempengaruhi produksi pangan dan inflasi.

“Artinya apa? Jangan main-main dengan urusan kekeringan. Jangan main-main dengan urusan gelombang panas. Dampaknya nanti bisa ke inflasi. Begitu stok tidak ada, produksi berkurang. Produksi berkurang, stok tidak ada, artinya harga pasti akan naik. Itu otomatis. Hukum pasar memang seperti itu,” kata Presiden.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Presiden telah menginstruksikan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan TNI untuk memasang pompa-pompa air. Setidaknya, sekitar 20 ribu pompa dipasang di daerah-daerah produksi pangan, terutama daerah penghasil beras.

BACA JUGA:  Diduga Curi Sepeda Motor, Dua Pegawai PPPK BPBD Aceh Tengah Ditangkap Polisi

“Saya cek kemarin di Jawa Tengah sudah masuk 1.400 pompa, tapi akan ditambah lagi, terutama di daerah-daerah produksi. Akan saya cek di lapangan, sehingga saat kering karena El Nino nanti di beberapa wilayah mungkin mulai Juli, Agustus, September, Oktober kita siap, sehingga produksi tidak turun. Itu tujuannya dipasang pompa,” imbuhnya.

Selain pemasangan pompa, pemerintah dalam 10 tahun memiliki target membangun 61 waduk dan bendungan. Hingga saat ini, sudah 43 waduk dan bendungan yang diresmikan.

Namun, pembangunan waduk dan bendungan memerlukan sistem irigasi yang baik, termasuk saluran primer, sekunder, dan tersier agar air sampai ke sawah sehingga meningkatkan produksi pertanian dan perkebunan.

BACA JUGA:  Peran Serta Jaga Kondusivitas Wilayah, Bupati Apresiasi Aliansi Ormas Bekasi

Presiden juga menekankan pentingnya penerapan teknologi untuk meningkatkan produksi di sektor pertanian dan perkebunan.

“Sekarang adalah era teknologi, era smart system. Terutama di kabupaten, kita harus bisa meng-upgrade sistem perekonomian kita menjadi smart agriculture, terutama untuk unggulan-unggulan yang ada di daerah kita masing-masing,” ujar Presiden.

Presiden juga mengajak untuk mengundang investasi dalam membangun industri pengolahan agar nilai tambah dari setiap produksi pertanian dan perkebunan meningkat.

“Bangun juga sistem distribusi yang terintegrasi. Ini sudah dilakukan sekarang oleh RRT. Sehingga sistem distribusinya betul-betul terintegrasi. Saya kira jika koordinasi pusat dan daerah bisa berjalan, apa yang tadi saya sampaikan akan bisa kita lakukan,” pungkasnya.

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kasus Gangguan Ibadah di GKPI Rajeg, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

13 Oktober 2026 - 12:18 WIB

GKPI Rajeg

Jasa Raharja dan Kejati Sumut Perkuat Sinergi Kelembagaan dan Tata Kelola Perusahaan  

12 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Pelaku Penembakan Pelajar di Garut Ditangkap, Airsoft Gun Disita

12 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Resmob Polda Jabar

Jasa Raharja Salurkan 50 Alat Bantu bagi Penyintas Kecelakaa

9 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Disperkimtan Kabupaten Bekasi Pantau Peningkatan Jalan dan Drainase di Perum Bumi Citra Lestari Cikarang

8 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Perumahan Bumi Citra Lestari

Kades Tamanrahayu Terpilih, Emin Suryana Alias Bang Jibril Tinjau Langsung Lokasi Rencana Perbaikan Jalan Dahuan

8 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Kades Tamanrahayu Terpilih
Trending di NEWS