Menu

Mode Gelap
Berhadiah Rp500 Juta, Sekretaris Dinas LH Kabupaten Bekasi Berikan Tips Lomba Kampung Bersih Relawan Barisan Mas Gibran (BMG) Usulkan 12 Menteri dan Wamen Milenial Kabinet Prabowo-Gibran Proyek Pengurugan Perum Villa Setu Wangi Dikomplain Warga Lakukan Pengawasan Coklit Data Pemilih, Panwaslucam Setu Optimistis Sukses Polisi Tangkap Bandar Chip Slot Royal Dream

RELIGION · 6 Mar 2024 20:04 WIB ·

Tradisi Nyekar Sebelum Ramadhan, Menurut Pandangan Islam


Ilustrasi Tradisi Nyekar atau Ziarah Kubur. (Dok: Istimewa) Perbesar

Ilustrasi Tradisi Nyekar atau Ziarah Kubur. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Nyekar, atau ziarah kubur, adalah tradisi yang dilakukan oleh umat Islam sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Aktivitas ini memiliki makna mendalam dalam pandangan Islam, yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan kebersamaan.

Melansir tvonenews.com, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, bahwa nyekar atau ziarah artinya kunjungan.

Menurutnya, hal ini tak hanya dilakukan kepada keluarga yang sudah meninggal, tetapi juga bisa dilakukan untuk yang masih hidup.

Ustadz Adi Hidayat juga berpendapat nyekar atau ziarah boleh dilakukan oleh siapa saja asal imannya sudah kuat.

“Maka setelah imannya kuat, bisa membedakan mana doa, ngobrol dan lain sebagainya, bisa meningkatkan iman, dari situlah kemudian muncul sabda Nabi memperbolehkan ziarah kubur,” ujar Ustadz Adi Hidayat.

Makna Nyekar

Spiritualitas Nyekar Sebelum Ramadhan

Secara spiritual, nyekar merupakan kesempatan bagi umat muslim untuk merefleksikan kehidupan dan kematian.

Melalui kunjungan ke makam orang-orang yang telah meninggal, umat muslim diingatkan akan kefanaan dunia dan pentingnya persiapan untuk akhirat.

Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya persiapan untuk kehidupan setelah kematian, termasuk dengan memperbanyak amal ibadah dan kebaikan.

Keberkahan di Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan penuh berkah dalam agama Islam. Oleh karena itu, nyekar sebelum Ramadhan dianggap sebagai persiapan spiritual yang penting.

Dengan mengunjungi makam dan mendoakan orang-orang yang telah meninggal, umat Islam diharapkan mendapatkan berkah dan rahmat Allah SWT untuk menghadapi bulan suci ini dengan hati yang bersih dan penuh keimanan.

Solidaritas dan Kebersamaan

Selain aspek spiritual, nyekar sebelum Ramadhan juga mengandung nilai-nilai sosial dan kebersamaan dalam Islam.

Melalui kunjungan ke makam, umat Islam saling mengingatkan akan pentingnya menjaga silaturahmi dan mempererat hubungan antar sesama.

Aktivitas ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada orang-orang yang telah meninggal, yang merupakan bagian dari umat yang sama.

Terdapat hadits yang diriwayatkan dari Buraidah RA, saat itu Rasulullah SAW bersabda,

Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, tetapi sekarang berziarahlah.” (HR Muslim).

Kemudian, disebutkan dalam riwayat lain,

Siapa yang ingin berziarah kubur maka berziarahlah karena ia akan mengingatkan kalian atas akhirat.”

 

Editor: Uje

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Keutamaan Sedekah Subuh, Amalan Pagi yang Penuh Berkah

14 Juli 2024 - 23:57 WIB

Kautamaan Sedekah Subuh

Jika Istri Tidak Sholat, Apakah Suami Ikut Menanggung Dosa?

12 Juli 2024 - 08:00 WIB

Istri Tidak Sholat

Makna dan Tradisi Memperingati Tahun Baru Islam Indonesia

6 Juli 2024 - 15:04 WIB

Tahun Baru Islam

Penyakit Hati Paling Berbahaya Dalam Islam

3 Juli 2024 - 08:47 WIB

Penyakit Hati Dalam Islam

Sedekah yang Pahalanya Paling Besar Menurut Islam?

2 Juli 2024 - 16:08 WIB

Sedekah yang Paling Besar Pahalanya

Kapan Hari Raya Idul Adha 2024? Ini Penjelasan Pakar Falak Kemenag

8 Juni 2024 - 23:29 WIB

Hari Raya Idul Adha 2024
Trending di NEWS