Perhatian! Sekarang Beli LPG 3 Kg Harus Pakai KTP dan Terdaftar       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 3 Jan 2024 23:09 WIB ·

Perhatian! Sekarang Beli LPG 3 Kg Harus Pakai KTP dan Terdaftar


					Ilustrasi Tabung Gas LPG Subsidi 3 Kg. (Dok: Istimewa) Perbesar

Ilustrasi Tabung Gas LPG Subsidi 3 Kg. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah secara resmi menerapkan kebijakan pembelian tabung gas LPG bersubsidi 3 kg dengan menggunakan data Kartu Identitas Penduduk (KTP) mulai 1 Januari 2024.

Langkah ini diambil guna meningkatkan akurasi dalam penyaluran LPG 3 kg kepada sasaran yang tepat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas di Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, menegaskan bahwa masyarakat yang ingin membeli LPG 3 kg diharuskan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu di pangkalan resmi Pertamina.

Pembelian LPG 3 kg tidak akan dilayani bagi yang belum terdaftar.

BACA JUGA:  Kirab Budaya Meriahkan Puncak Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat

“Tahun ini kita akan mulai menerapkan transformasi subsidi ini. Masyarakat yang belum terdaftar tidak dapat membeli, kecuali melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Ada proses pendaftaran yang perlu dilakukan, kami mohon Pertamina untuk membantu memfasilitasi agar semua dapat terdaftar,” ujar Tutuka dalam Konferensi Pers di Jakarta, pada Rabu (03/01).

Dia menambahkan, bahwa kewajiban pendaftaran bagi konsumen LPG 3 kg diambil dengan mempertimbangkan beberapa hal.

Seperti penjualan LPG non-Public Service Obligation (non-PSO) atau non-subsidi yang semakin menurun dari waktu ke waktu, sementara penjualan LPG PSO justru semakin meningkat.

BACA JUGA:  Jelang Libur Panjang, Jalur Puncak Berlaku Ganjil-Genap Mulai 24 Januari

Berdasarkan paparan Tutuka, dari tahun 2020 hingga 2022, volume realisasi LPG PSO terus meningkat rata-rata sebesar 4,5%, sementara realisasi LPG non-PSO mengalami penurunan rata-rata sebesar 10,9%.

Untuk tahun ini, pemerintah telah menyiapkan alokasi sebanyak 8,03 juta metrik ton LPG 3 kg.

“Kondisi ini memaksa kami untuk mencari solusi atas situasi ini. Hal ini berpotensi mendorong aktivitas ilegal yang dikenal dengan oplosan di lapangan. Oleh karena itu, kami berupaya semaksimal mungkin untuk penyaluran LPG PSO kepada masyarakat, dan sebagai konsekuensinya, transformasi subsidi ke konsumen menjadi suatu keharusan,” paparnya.

BACA JUGA:  BLUD UPTD PALD Kota Bekasi Raih Penghargaan Top Digital Award 2024

Sebagaimana yang diketahui, kewajiban pendaftaran untuk pembelian LPG 3 kg ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No.104/2007 dan Perpres No.38/2019.

Aturan tersebut mengatur bahwa konsumen yang memenuhi syarat untuk menggunakan LPG 3 kg meliputi rumah tangga sasaran, usaha mikro sasaran, nelayan sasaran, dan petani sasaran.

 

Editor: Uje
Sumber: CNBC

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polisi Sita 1,5 Kg Sabu di Kebon Jeruk, Dua Pria Ditangkap

27 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Sabu di Kebon Jeruk

Korban Kecelakaan Minibus di Tol Terpeka Tulang Bawang Barat, Jasa Raharja Gercep Pelayanan

26 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Hadapi Tantangan Ekonomi 2027, Jasa Raharja Perkuat Strategi Keberlanjutan Bisnis melalui Economic Insights

26 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Sindikat Promosi Judol di Makassar Diduga Raup Rp1,3 Miliar

25 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Polres Jakbar Bongkar 43 Kasus Pencurian, 53 Orang Diamankan

23 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Polda Riau Sita 6.500 Liter Biosolar Subsidi di Siak

22 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Polda Riau
Trending di NEWS