Menu

Mode Gelap
Proyek Pengurugan Perum Villa Setu Wangi Dikomplain Warga Lakukan Pengawasan Coklit Data Pemilih, Panwaslucam Setu Optimistis Sukses Polisi Tangkap Bandar Chip Slot Royal Dream Pemkab Bekasi Gelar Sosialisasi Lomba Kampung Bersih di Desa Simpangan Cikarang Utara Penghargaan Diberikan kepada Abang Mpok Kota Bekasi 2024 Pada Apel Pagi di Plaza Pemkot Bekasi

AUTOMOTIVE · 19 Sep 2023 11:14 WIB ·

Telat Bayar Pajak Kendaraan Bisa Kena Tilang, Ini Alasannya!


Ilustrasi Operasi Pemeriksaan Kendaraan. (Dok: Istimewa) Perbesar

Ilustrasi Operasi Pemeriksaan Kendaraan. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Setiap pengendara harus membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang masih berlaku saat berkendara untuk menghindari tilang dari petugas kepolisian.

STNK harus diperpanjang setiap tahun, dengan syarat utama adalah membayar pajak tahunan kendaraan bermotor.

Namun, masih banyak pemilik kendaraan yang beranggapan bahwa pembayaran pajak kendaraan bukan menjadi ranah kepolisian untuk memberlakukan penindakan.

Terkait hal itu, Pemerhati Masalah Transportasi, Budiyanto, menjelaskan bahwa kendaraan yang pajaknya sudah mati tetap dapat ditilang polisi.

Keterlambatan membayar pajak berkaitan dengan keabsahan sebuah kendaraan untuk digunakan di jalan raya.

“Dari perspektif hukum, pajak mati pada kendaraan bermotor dapat ditilang dengan argumen hukumnya bukan terkait pajak mati, melainkan berkaitan dengan keabsahan STNK,” tulisnya dalam siaran resmi, beberapa waktu lalu dikutip Kompas.com.

Seharusnya STNK diakui valid setiap tahun dengan pembayaran pajak secara teratur. Jika tidak, STNK tentu menjadi tidak sah.

“Pada saat pengakuan validitas, sebelum disahkan oleh petugas, pemilik kendaraan harus membayar pajak dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebelum mendapat pengakuan. Kendaraan yang pajaknya mati artinya belum diakui oleh petugas yang berwenang,” katanya.

Hal ini diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) beserta peraturan turunannya yang telah diatur baik dari aspek yuridis maupun mekanismenya.

Budiyanto menjelaskan dari segi hukum mengenai penindakan terhadap kendaraan yang pajaknya mati sebagai berikut:

1. Pasal 64 – Ayat (1) menyatakan bahwa setiap kendaraan bermotor harus diregistrasi. Ayat (2) menyatakan bahwa pemilik diberikan STNK sebagai bukti bahwa kendaraan bermotor telah diregistrasi.

2. Pasal 68 – Ayat (1) menyatakan bahwa setiap kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan harus dilengkapi dengan STNK dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

3. Pasal 70 – Ayat (2) menyatakan bahwa STNK dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berlaku selama 5 (lima) tahun, yang harus diminta pengakuan setiap tahun.

4. Pasal 37 Ayat (2) dan ayat (3) Perkap No 5 th 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi. Ayat (2) menyatakan STNK sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor. Ayat (3) menyatakan bahwa STNK berlaku selama 5 tahun sejak pertama kali diterbitkan, dan perpanjangan serta pendaftaran mutasi dari luar wilayah Regident harus diminta pengakuan setiap tahun.

5. Dalam peraturan lain juga diatur mengenai mekanisme pengakuan bahwa sebelum diakui, pemilik wajib membayar pajak dan SWDKLLJ.

Jadi, pembayaran pajak, SWDKLLJ, dan pengakuan adalah satu kesatuan sistem yang tak terpisahkan untuk memastikan legitimasi atau keabsahan STNK.

Ketentuan pidana pelanggaran dapat dikenakan Pasal 288 ayat (1) yang mengatur hukuman pidana kurungan 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).

 

Editor: Uje

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Karakter Orang yang Suka Warna Hitam, Ternyata Ini!

15 Juli 2024 - 07:15 WIB

Karakter Orang Suka Warna Hitam

Keutamaan Sedekah Subuh, Amalan Pagi yang Penuh Berkah

14 Juli 2024 - 23:57 WIB

Kautamaan Sedekah Subuh

Jika Istri Tidak Sholat, Apakah Suami Ikut Menanggung Dosa?

12 Juli 2024 - 08:00 WIB

Istri Tidak Sholat

Apa itu Teknologi AI? Definisi dan Jenisnya

11 Juli 2024 - 20:18 WIB

Apa Itu Teknologi AI

Makna dan Tradisi Memperingati Tahun Baru Islam Indonesia

6 Juli 2024 - 15:04 WIB

Tahun Baru Islam

Kelebihan dan Kekurangan Kendaraan Listrik

4 Juli 2024 - 23:33 WIB

Kendaraan Listrik
Trending di AUTOMOTIVE